Postingan

Laporan Hasil Wawancara Terhadap Guru

BAB I PENDAHULUAN Saya mewawancarai seorang guru les private yang bernama PAR. Beliau mengajar sejak dibangku SMA kelas 3. Saat itu beliau hanya membantu tantenya yang seorang guru SD untuk mengajar les private , karena tantenya kekurangan tenaga dalam mengajar les private . Hal itu menjadi awal beliau menjadi pengajar atau seorang guru. Selain kekurangan tenaga, tantenya juga sibuk menangangi hal lain sehingga membutuhkan bantuan dalam mengajar les private . Setelah beberapa lama mengajar dan didampingi oleh tantennya, beliau dilepas sendiri untuk mengajar murid les private tantenya. Karena satu dan lain hal, beliau tidak bisa datang ke rumah tantenya untuk mengajar les private . Sehingga, murid-murid tantenya diminta untuk datang ke rumah PAR. Jadwal mengajar les private beliau setiap hari Senin sampai Jum’at pukul 19.00-21.00 WIB. Murid-murid les private datang sekitar pukul 19.00 WIB dan diminta untuk bermain terlebih dahulu dan mulai belajar pada pukul 19.30 WIB.

PAEDAGOGI, TIK, DAN FENOMENA KONTEMPORER

Seorang guru yang efektif harus menghabiskan banyak waktu untuk pertanyaan-pertanyaan strategis yang berkaitan dengan masalah-masalah paedagogi. Bagaimana mengelola pembelajaran dengan baik? Bagaimana menjangkau anak-anak secara individual? Bagaimana memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak? Dalam satu periode kelas, seorang guru mesti mampu menyapa setiap siswa setidaknya sekali. Sebagian besar dalam dua dekade terakhir ini, kita telah keliru karena energi yang kita pakai, kita fokuskan pada pembelajaran perangkat lunak yang baru dan fungsi alat-alat baru dan terlalu sedikit member perhatian untuk paedagogi, yaitu cara menggunakan alat-alat baru tersebut secara efektif untuk memaksimalkan hasil belajar siswa. Dalam beberapa dekade terakhir banyak sekolah telah berjanji bahwa jaringan sekolah sering dikombinasikan dengan penggunaan teknologi baru yang akan merevolusi ruang kelas dan membawakan sebuah renaisans belajar. Guru dituntut untuk percaya bahwa

Laporan Proses Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Pedagogi

Kelompok 8 : 101301069  Zuhrati Desiana 101301088  Aprilia Windy 101301094  Ade Yunika 101301119  Efrianty Shaila LAPORAN PROSES PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEDAGOGI I.       Latar Belakang Rancangan Pembelajaran Menurut Montessori (Hurlock, 1978) anak usia 3-6 tahun adalah anak yang sedang berada dalam periode sensitif atau masa peka, yaitu suatu periode di mana suatu fungsi tertentu perlu dirangsang dan diarahkan sehingga tidak terhambat perkembangannya. Menurut Hurlock (dalam  Sujiono  dan Sujiono, 2005) usia  3-5 tahun merupakan masa bermain. Karya seni menguntungkan semua aspek perkembangan anak. Saat anak menggambar, melukis, dan membuat potongan kertas, mereka bereksperimen dengan warna, garis, bentuk, dan ukuran. Anak-anak menggunakan cat, bahan-bahan, dan kapur untuk membuat pilihan, mencoba ide, rencana, dan eksperimen. Menurut Widarni (2008:3.12) para ahli teori perkembangan sependapat bahwa usia 0-6 tahun merupakan   the golden age  (masa emas)