Kamis, 17 Februari 2011

Efektifkah saran yang diberikan untuk pusat pembelajaran?

Seatwork adalah menyuruh semua murid atau sebagian besar murid untuk belajar sendiri-sendiri dibangku mereka. Pendekatan ini digunakan oleh guru dengan cara yang berbeda-beda. Belajar sendiri bukan hanya dilakukan di kelas. tapi, bisa juga di rumah. Salah satu saran yang diberikan untuk pusat pembelajaran adalah pusat menulis. Pusat menulis bisa menjadi alternative yang baik untuk belajar.

Seperti yang saya alami. Sewaktu saya masih Sekolah Dasar. Guru bahasa Indonesia saya suka sekali menyuruh murid-muridnya untuk membuat karangan yang berbentuk cerita. Awalnya, saya tidak tahu bagaimana membuat karangan yang berbentuk cerita.  Dan sebelumnya kami tidak diberitahukan bagaimana membuat cerita yang benar.  Karena takut tidak mengerjakan tugas. Saya pun membuat cerita yang saya pun tidak tahu apa isi cerita tersebut. Saya membuat cerita berdasarkan apa yang saya alami. Meranjak dari Sekolah Dasar.

Sewaktu saya di Sekolah Menengah Pertama yang biasanya di kenal dengan SMP. Guru bahasa Indonesia saya juga suka memberikan tugas menulis karangan. Yang kali ini konteksnya berbeda. Pernah saya diberikan tugas menulis artikel. Saya pertamanya gak tahu, bagaimana menulis sebuah artikel. Tapi, di SMP guru saya memberikan pengajaran terlebih dahulu. Memberikan materinya sehingga muridnya paham bagaimana membuat artikel tersebut.  Saya pun membuat artikel tersebut. Hal hasil, artikel saya tidak sebagus teman-teman saya. Penyusunan dan penataan tulisan saya sangat kacau. Itu disebabkan karena sewaktu saya belajar menulis karangan di Sekolah Dasar saya tidak diberitahukan bagaimana penataan dan susunan yang benar. Untuk merubahnya, saya menjadi suka menulis. Semua hal yang bisa saya tulis saya tulis. Saya menulis tidak hanya ketika guru saya menyuruh menulis di kelas atau di rumah. Tapi, saya menulis dimana saja yang bisa membuat saya menulis. Karena, itu yang bisa membantu saya belajar menulis. Dan tidak berapa lama saya menerapkan pembelajaran seperti itu. Guru saya juga menganjurkan pembelajaran yang saya lakukan.

            Dari permasalahan tersebut, jelas bahwa saran untuk pusat pembelajaran efektif. Proses pembelajaran bukan hanya dilakukan di kelas saja. Bisa saja dilakukan diluar dan ditempat-tempat yang membuat kita nyaman untuk melakukan pembelajaran. Kasus di atas yang menjadi permasalahannya ketika seorang murid melakukan pembelajaran dengan pusat menulis tetapi sewaktu Sekolah Dasar tidak diajarkan membuat tulisan yang benar dan itu mempengaruhi penulisan si murid sewaktu dia Sekolah Menengah Pertama. Dan kebanyakan guru hanya mengajarkan bagaimana membuat penulisan yang benar, tidak mengajarkan bagaimana untuk membuat tulisan dengan memahami dan membuat tujuan dari penuliasan tersebut. Sehingga, banyak murid tidak memahamiya.

            Masalah seperti ini, sering terjadi dikalangan-kalangan murid. Seharusnya, seorang guru bisa menerapkan strategi pembelajaran yang benar. Sehingga pembelajaran yang dilakukann pun sesuai dengan yang diharapkan. Murid-muridnya bisa memahami dan mengerti apa yang disampaikan oleh gurunya serta mengerti tujuannya. Dan pusat penulisan bisa membantu mereka dalam proses pembelajaran.

Sumber : Santrock, J.W. 2010. Psikologi Pendidikan edisi kedua. Jakarta: Kencana

Minggu, 13 Februari 2011

PENDAPAT MENGENAI PENGGUNAAN BLOG DAN E-MAIL


Efrianty Shaila (10-119 )

Pendapat kelompok kami tentang penggunaan blog dan e-mail dikaji dari Psikologi Pendidikan dan fenomena-fenomena di Indonesia, Medan khususnya yaitu :

Dunia pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dari peranan teknologi, terutama internet. Kita pun dituntut untuk mampu dalam menggunakan berbagai teknologi ini. Dengan internet, siswa atau mahasiswa lebih dipermudah untuk mencari tahu dan memahami pelajaran atau materi yang diajarkan di kelas.

Penggunaan internet itu bisa mencakup penggunaan blog dan e-mail, seperti yang diterapkan dalam mata kuliah Psikologi Pendidikan. Penggunaan blog, menurut kami sangat membantu kami untuk mengeksplorasi dunia internet lebih jauh. Mungkin dulu kami tidak pernah menggunakan, bahkan mengetahui apa itu blog, tapi di mata kuliah Psikologi Pendidikan, kami diperkenalkan dengan dunia blog. Sehingga ini menjadi pengalaman dan suasana baru yang kami dapatkan dalam proses belajar-mengajar. Kreativitas kami dituntut dalam mengolah blog masing-masing. Kami pun dapat dengan mudah untuk memposting tugas yang diberikan dosen tanpa harus mengeprint dan menyerahkannya langsung pada dosen yang bersangkutan. Kegiatan ini membantu mencegah global warming karena menghemat penggunaan kertas. Selain untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen, melalui blog juga dapat membantu orang lain yang ingin memperoleh informasi. Orang dapat membaca blog kita dan memperoleh informasi dari apa yang telah kita buat. Blog juga dapat digunakan sebagai sarana diskusi. Jadi, walaupun tidak bertemu secara langsung dan berada di tempat yang berbeda, kita dapat berdiskusi kapan saja.

Sedangkan penggunaan e-mail juga sangat membantu kami. Selain karena lebih praktis, e-mail dirasa juga lebih memudahkan dosen dalam pengiriman bahan mata kuliah. Terutama apabila dosen tidak dapat hadir, dosen dapat mengirimkan bahan mata kuliah melalui e-mail saja. Selain itu file yang tersimpan di inbox email tidak mudah hilang sehingga kita dapat membukanya kembali kapan saja.

Menggunakan blog dan email juga menghemat biaya. Dengan biaya yang murah, kita telah dapat mengakses apapun dengan cepat. Cukup menguntungkan bagi kami.

Namun ditinjau dari fenomena dunia pendidikan di Indonesia, penggunaan internet dalam proses belajar-mengajar dirasa masih belum merata penyebarannya. Karena masih banyak sekolah yang belum bisa menggunakan internet sebagai alat bantu pembelajaran. Hal tersebut biasanya terjadi pada sekolah di pedalaman dan sekolah yang tidak memiliki biaya untuk mewujudkan proses belajar-mengajar seperti yang ada di kota-kota besar. Sehingga kadang muncul ketimpangan sosial antara sekolah pedalaman dan sekolah kota.

Penggunaan blog dalam mata kuliah Psikologi Pendidikan itu sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh E.L.Thorndike yaitu : salah satu tugas pendidikan di sekolah yang paling penting adalah menanamkan keahlian penalaran anak. Dalam mata kuliah Psikologi Pendidikan, setiap mahasiswa diharuskan membuat satu permasalahan dari materi yang akan dipelajari dan membahasnya secara sederhana. Sehingga secara tidak langsung, penalaran kami sangat diharuskan untuk aktif.

Sumber : Santrock, J. W. 2010. Psikologi Pendidikan edisi kedua. Kencana : Jakarta
               Munir. 2008. Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Alfabeta : Bandung

Senin, 07 Februari 2011

Bagaimanakah Penggunaan E-mail didalam Kelas?

E-mail adalah singkatan dari electronic mail. E-mail bisa mengirim pesan dan juga menerima pesan dari orang lain. Bukan hanya itu, e-mail juga bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. E-mail juga dapat bermanfaat bagi orang-orang yang pemalu yang mudah gugup dan cenderung menghindari komunikasi tatap muka dengan orang lain. (John W. Santrock)

Di sekolah adik saya sudah menerapkan penggunaan e-mail. Apalagi saat proses belajar didalam kelas. Disitu, adik saya diberi wawasan dan pengetahuan yang lebih. Dimana adik saya bisa berbagi dan bertukar ilmu pengetahuan diantara sesama murid. E-mail bukan hanya digunakan adik saya untuk mengirim dan menerima tugas saja. Tapi, juga digunakan untuk komunikasi antara sesama murid yang ada diluar sekolah adik saya maupun diluar negeri.

Kebanyakan guru – guru adik saya memberikan tugas dari e-mail dan mengumpulkannya juga dari e-mail. Adik saya bilang, terkadang didalam proses belajar didalam kelas materi – materi yang dipelajari lebih mudah dipahami dengan cara menggunakan e-mail. Karena, mereka bisa berbagi ilmu pengetahuan. Membantu mereka untuk bisa memahami materi. Kebiasaan untuk berbagi ilmu pengetahuan dengan e-mail terus dilakukan adik saya sampai sekarang baik didalam kelas atau dirumah.  Adik saya merasa terbantu dengan adanya penggunaan e-mail didalam kelas. Karena adik saya pun termasuk orang yang pemalu untuk bertanya. Adik saya merasa gugup jika teman-temannya melihatinnya.

Menurut saya, penggunaan e-mail didalam kelas sangat membantu. Karena, murid – murid bisa saling berkomunikasi dan berbagi ilmu pengetahuan. Yang membuat mereka mempunyai wawasan yang luas akan ilmu pengetahuan tersebut. Serta, meringankan beban guru sebagai satu-satunya orang yang berpengetahuan didalam kelas. E-mail juga membantu orang-orang yang pemalu. Seperti, adik saya yang pemalu bahkan sampai gugup jika dilihatin atau bertatapan muka dengan teman-temannya ataupun gurunya.

Sumber : Psikologi Pendidikan, John W. Santrock