Senin, 14 Maret 2011

Bagaimana Membuat Murid yang Tidak Tertarik untuk Belajar Menjadi Tertarik untuk Belajar?

Brophy (1998) percaya bahwa problem motivasi paling sulit adalah murid yang apatis, tidak tertarik belajar, atau teralienasi atau menjauhkan diri dari pembelajaran sekolah. Untuk mendekati murid yang apatis ini dibutuhkan usaha terus-menerus untuk mensosialisasikan kembali sikap mereka terhadap prestasi sekolah (Murdock 1999).

Adapun beberapa cara untuk mendekati murid yang tidak tertarik atau teralienasi (Brophy, 1998), yaitu :


  • ·         Kembangkan hubungan positif dengan murid
  • ·         Buat suasana di sekolah menjadi menarik
  • ·         Ajari mereka strategi untuk membuat belajar menjadi menyenangkan
  • ·         Pertimbangkan penggunaan mentor

Sebagai contoh, sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah saya mempunyai teman yang sama sekali tidak tertarik untuk belajar. Saat yang lain sedang mencatat  materi atau mendengarkan guru yang sedang menjelaskan, teman saya ini tidak mendengarkan ataupun mencatat. Dia asyik mengajak teman sebangkunya untuk bermain. Semua guru pada kenal sama dia karena prestasinya di sekolah terhitung rendah. Dan ketika di tanya, dia menganggap prestasi itu tidak penting bagi dia.


Tapi, salah satu guru saya mendekatinya dan mencoba lebih dekat dengannya. Karena, waktu itu kami mau ujian kelulusan. Guru saya ini, menanyakan semuanya yang membuatnya tidak mendengarkan ataupun mencatat materi yang sudah disampaikan. Setiap ada masalah, guru saya ini selalu ada didekat teman saya ini untuk menanyakan dan membantunya, serta membuat teman saya ini mau berbagi.

Guru saya jadi tahu apa yang membuat teman saya  selama ini tidak tertarik. Guru saya ini pun , membuat suasana di ruangan menjadi menarik. Di akhir proses belajar, kami diberikan games-games yang berhubungan dengan materi. Terkadang, diakhir kami diberikan seperti cerita-cerita tapi ceritanya yang membuat kami mendapatkan informasi atau pengetahuan baru.

Beberapa hari kemudian setelah guru saya melakukan itu, sekarang teman saya ini mau mendengarkan dan mencatat materi. Dan guru saya mengajarkan cara belajar yang menyenangkan bagi kita. Waktu, itu kami pernah di suruh buat teka teki silang yang membantu kami memahami materi. Dan itu menyenangkan bisa membuat teka teki. Selain membantu memahami materi, kami juga tahu bagaimana membuat teka teki. Dan itu berhasil membuat teman saya menjadi tertarik untuk belajar. Tapi, masih tidak sepenuhnya tertarik. Dan guru saya suka memberikan dorongan padanya. Apa yang dikerjakannya selama ini sudah benar dan tugas-tugasnya juga sudah lumayan bagus dikerjakannya.
Tapi, guru saya ini tidak mau menyuruh kakak senior kami untuk mengajari teman saya ini. Karena, itu juga dihindarinya. Jadinya, teman saya ini menjadi tertarik untuk belajar. Guru saya pun tidak begitu khawatir lagi sama teman saya ini. Prestasinya pun, sudah lebih meningkat dari yang dulu.

Dari kasus diatas dapat didapat bahwa membuat murid yang tidak tertarik untuk belajar menjadi tertarik untuk belajar yaitu dengan pendekatan seperti yang dilakukan guru tersebut. Guru tersebut berhasil membuat muridnya menjadi tertarik untuk belajar dengan pendekatan tersebut. Adanya hubungan positif dengan murid, membuat suasana menjadi menarik, mengajari murid cara belajar yang menyenangkan,dan mempertimbangkan mentor. Pendekatan itu, terus dilakukan oleh guru saya. Sehingga teman saya ini menjadi tertarik dan menganggap prestasi itu penting.

Sumber : Santrock, J.W. 2010. Psikologi Pendidikan edisi kedua.Jakarta: Kencana

Tidak ada komentar: